Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin sepakat memperkuat kerja sama dalam hal pemberantasan terorisme internasional. Salah satunya melalui penguatan pertukaran informasi intelijen.
Indonesia dan Turki, kata Jokowi, sepakat meningkatkan kerja sama terutama terkait masalah Foreign Terrorist Fighters atau pelaku terorisme yang berasal dari luar negeri.
“Kerja sama bidang informasi intelijen dan juga pembangunan sistem IT di bidang intelijen sehingga memudahkan kita bekerja sama dalam rangka memberantas terorisme," tutur Jokowi dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan Kementerian Sekretariat Negara RI, Jumat (7/7).Jakarta dan Ankara sama-sama memiliki masalah terorisme. Dalam beberapa tahun terakhir, Turki dan Indonesia menjadi korban dari serangkaian aksi terorisme, khususnya yang dilakukan oleh kelompok ISIS.
Selain isu terorisme, kedua pemimpin turut membahas berbagai isu regional dan global terkini seperti konflik antara Qatar dan sejumlah negara Teluk Arab. Kedua pemimpin sepakat untuk mengimbau negara-negara yang berkonflik supaya bisa menyelesaikan masalah melalui jalur dialog dan negosiasi.
Jokowi mengatakan kedua negara juga sepakat memperkuat hubungan perdagangan dan investasi, salah satunya dengan mempertahankan negosiasi Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA).
Selain itu, Jakarta dan Ankara juga sepakat terus mengurangi hambatan perdagangan antar kedua negara guna menciptakan iklim investasi yang kondusif.“Kami berdua sepakat mengembalikan dan mengembangkan tren positif perdagangan serta investasi antara lain melalui negosiasi IT-CEPA, salah satunya dalam beberapa bidang yang jadi prioritas kedua negara seperti bidang ekonomi, pertahanan, energi, dan penanggulangan terorisme,” ucap Jokowi.
[Gambas:Twitter]
"Tadi juga telah kami sepakati untuk menambah kerja sama di bidang pembuatan kapal selam dan truk. Ini juga akan segera ditindaklanjuti oleh tim dari kedua negara," paparnya menambahkan.
Dalam bidang energi, Indonesia memperoleh sokongan dalam hal penyediaan energi listrik di sejumlah wilayah kepulauan. Sejumlah kapal pembangkit listrik asal Turki pun telah beroperasi di beberapa wilayah seperti Medan, Amurang, Bolok, dan Ambon guna memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di wilayah tersebut.
“Pemenuhan kebutuhan energi listrik di kawasan kepulauan Indonesia ini melalui penggunaan power ship atau kapal penyedia pasokan listrik," kata Jokowi.Pertemuan bilateral antara Jokowi dan Erdogan berlangsung di Istana Kepresidenan Ankara. Kunjungan Jokowi ini dilakukan sebagai balasan atas kedatanagan Erdogan ke Jakarta pada 2015 lalu.
Di sela-sela kunjungan kenegaraan itu, Jokowi bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengunjungi salah satu masjid terbesar yakni Masjid Kocatepe. Keduanya juga sempat berziarah dan memberikan karangan bunga di makam pendiri Turki yakni Mustafa Kemal Atatürk atau Mausoleum Attaturk (Anitkabir).
(aal)
Baca Kelanjutan Jokowi-Erdogan Mesra, Sepakat Perkuat Kerja Sama Kontra-Teror : http://ift.tt/2sNW906Bagikan Berita Ini
0 Response to "Jokowi-Erdogan Mesra, Sepakat Perkuat Kerja Sama Kontra-Teror"
Post a Comment