
Pemilu tahun ini merupakan yang ketiga dilakukan sejak Presiden Hosni Mubarak digulingkan pada 2011 lalu ketika fenomena Arab Spring bergejolak di Timur Tengah.
Surat kabar pemerintah, Akhbar al-Youm, mengatakan Sisi mendulang 22 juta suara dari total 24 juta pemilih. Hasil resmi pemilu akan diumumkan pada 2 April mendatang.
Oposisi pemerintah menuding Mousa hanya menjadi antek Sisi. Oposisi juga menuduh pencalonan Mousa digunakan untuk mengamankan kemenangan Sisi.
Sebab, sebelum Mousa sempat menyatakan mendukung Sisi sebelum dirinya mencalonkan diri sebagai kandidat presiden.
"Jangan salahkan saya, saya bersumpah kepada Tuhan itu bukan ulah saya. Saya juga berharap akan ada lebih banyak kandidat presiden agar rakyat bisa memilih siapa yang mereka inginkan. Tapi mereka [kandidat presiden lain] belum siap," kata SIsi dalam sebuah wawancara televisi belakangan ini seperti dikutip CNN, Jumat (30/3).
Otoritas Mesir sempat menahan mantan jenderal militer Sami Anan paada Januari lalu setelah dirinya mengumumkan mencalonkan diri sebagai presiden. Pihak berwenang menuding Anan melanggar peraturan militer.
Sejumlah pejabat senior lainnya yang turut mencalonkan diri juga mengaku ditekan untuk mengundurkan diri dari persaingan pemilu.
"Saya takut bahwa seluruh pendukung dan perwakilan kampanye saya di suatu waktu menghadapi kesulitan entah itu ditahan atau disiksa," kata Mohamed Anwar Sadat, keponakan mantan presiden Anwar Sadat.
Sadat mengaku memutuskan mendur sebagai capres setelah menerima sejumlah kesulitan. (age)
Baca Kelanjutan Raup 90 Persen Suara, Presiden Mesir Amankan Periode Kedua : https://ift.tt/2GXEGGCBagikan Berita Ini
0 Response to "Raup 90 Persen Suara, Presiden Mesir Amankan Periode Kedua"
Post a Comment