
Suriah juga mengklaim sistem pertahanan mereka sukses mengintersepsi mayoritas rudal tersebut, tapi beberapa masih mengenai target seperti Pusat Riset Kimia di Barzeh.
Militer juga menegaskan agresi terhadap rezim Assad itu "tidak akan menyurutkan tekad pasukan bersenjata dan pasukan pendukung lainnya untuk terus menghancurkan sisa-sisa kelompok teroris di seluruh Suriah."
Pada Sabtu dini hari, serangan gabungan lewat udara menyasar sejumlah fasilitas produksi kimia rezim Bashar al-Assad dan dilakukan hanya beberapa saat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan akan melancarkan serangan.
Militer AS menggunakan rudal Tomahawk yang berdaya jelajah ribuan kilometer pada agresi tersebut, sementara Perancis meluncurkan pesawat jet tempur Mirage 2000 dan Rafale, bersama dengan empat kapal perang pergata.
Sementara itu, Inggris mengeluarkan empat jet tempur Royal Air Force dari pangkalan militer mereka di Siprus dan meluncurkan rudal Storm Shadow.
Perdana Menteri Inggris, Theresa May, menyatakan rudal itu dirancang untuk meminimalisir korban sipil.
Pihak AS menyatakan serangan gabungan itu merupakan pesan tegas kepada Suriah bahwa AS menentang penggunaan senjata kimia.
Turki, Israel, dan Australia mendukung agresi ke tanah Suriah tersebut, sementara Iran dan Rusia mengecam serta menyebut serangan sebagai kejahatan internasional.
(vws)
Baca Kelanjutan Suriah Klaim 110 Rudal Hujani Damaskus : https://ift.tt/2qwoe8gBagikan Berita Ini
0 Response to "Suriah Klaim 110 Rudal Hujani Damaskus"
Post a Comment