
Politikus Partai Demokrat AS, Elijah Cummings mengatakan akan menyelidiki alur komunikasi di Gedung Putih, ketika partai Demokrat mengambil alih kursi parlemen AS pada Januari mendatang.
"Kami berencana untuk melanjutkan penyelidikan kami atas catatan arsip presiden dan catatan federal. Dan kami ingin tahu apakah Ivanka mematuhi hukum," demikian pernyataan Cummings dilansir Reuters, Rabu (21/11).
Ivanka diketahui menggunakan email pribadi untuk pekerjaan pemerintah. Hal ini melanggar aturan federal di Gedung Putih.
Mengutip The Washington Post, masalah tersebut ditemukan oleh salah satu pejabat Gedung Putih, ketika sedang meninjau email untuk menanggapi gugatan publik.
Pejabat Gedung Putih menemukan Ivanka menggunakan email pribadi untuk berkomunikasi dengan pemerintah Trump sebanyak 100 kali. Namun, Juru Bicara Trump, Peter Mirijanian mengatakan hal itu terjadi sebelum dirinya mengetahui peraturan itu.
Hal ini tentu menjadi sorotan publik karena sebelumnya Presiden Donald Trump berulang kali mencibir Hillary Clinton, saingannya dalam pemilihan presiden 2016, atas penggunaan email pribadi ketika ia menjadi Menteri Luar Negeri AS. Trump mencoba membela sang anak dengan menyatakan kasus email Ivanka sangat berbeda dengan Clinton.
Seorang Senator Demokrat, Richard Blumenthall mengatakan tidak mungkin jika Ivanka Trump tidak mengetahui aturan itu setelah kampanye 2016. Menurutnya, harus ada penjelasan yang lebih mengenai campur tangan keluarga Trump dengan perusahaan swasta dan tugas pemerintahan.
"Ini menimbulkan pertanyaan apakah ada sesuatu yang mencurigakan. Harus ada semacam penyelidikan, baik oleh Kongres atau Gedung putih," kata dia.
Bagikan Berita Ini
0 Response to "DPR AS Akan Usut Ivanka Trump Soal Penyalahgunaan Surel"
Post a Comment