Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak tiga anak buah kapal asal
Indonesia yang
disandera oleh perompak di perairan
Kongo, Afrika berhasil dibebaskan. Menteri Luar Negeri RI, Retno Lestari Priansari Marsudi mengatakan ketiganya lepas dari cengkeraman perompak pada awal Januari, setelah dua bulan disandera.
"Di awal 2019 lalu, beberapa hari lalu, tiga WNI sandera di Kongo berhasil dibebaskan," ucap Retno dalam pidato pernyataan tahunannya di Kemenlu RI, Jakarta, Rabu (9/1).
Ketiga WNI itu merupakan awak kapal tunda berbendera Singapura, ARK TZE. Mereka diculik pada 29 Oktober 2019, sekitar pukul 04.30 waktu setempat.
Penculikan bermula ketika sekelompok pembajak naik ke kapal ARK TZE dan menyandera empat ABK. Keempat ABK tersebut kemudian dipaksa dipindahkan ke kapal tanker berbendera Panama, Anuket Amber, yang juga dikuasai pembajak.
Selain tiga WNI, para pembajak menyandera kapten kapal yang berasal dari Ukraina.
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kemlu RI, Lalu Iqbal Muhammad, ketiga WNI yang tak disebutkan identitasnya itu ditemukan di wilayah Nigeria.
"Ketiga WNI itu tiba di Jakarta pada 4 Desember lalu. Mereka sekarang sudah dikembalikan kepada keluarga masing-masing," kata Iqbal.
Total ABK dalam kapal tersebut berjumlah 15 orang, terdiri dari 12 WNI, 2 warga Myanmar, dan 1 warga Ukraina. Sembilan WNI lainnya yang selamat dari penculikan telah dipulangkan pada awal November lalu.
(rds/ayp)
Let's block ads! (Why?)
Baca Kelanjutan Tiga WNI Bebas Usai Dua Bulan Disandera Perompak Kongo : http://bit.ly/2FfjVIv
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Tiga WNI Bebas Usai Dua Bulan Disandera Perompak Kongo"
Post a Comment