
"Terkait kesepakatan IA-CEPA, menteri perdagangan kedua negara masih terus membahas rencana penandatangan. Memang disebut harapannya ini bisa diteken Maret tapi masih terus dibahas," kata Arrmanatha dalam jumpa pers di kantornya, Kamis (21/2).
Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) telah digodok kedua negara lebih dari satu dekade.
IA-CEPA sebenarnya telah disepakati pada Agustus lalu, dan direncanakan akan diteken Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Scott Morrison sebelum akhir 2018.
Akan tetapi, rencana itu molor terutama setelah relasi RI-Australia merenggang akibat sikap kontroversial Negeri Kanguru terkait Yerusalem.
Sekitar awal Desember 2018, Morrison mengumumkan secara resmi bahwa Australia mengakui Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel.
Tak lama setelah rencana itu diumumkan Morrison, Indonesia langsung menerbitkan pernyataan kecaman hingga memanggil duta besar Australia di Jakarta.
Kemlu RI berulang kali menyatakan keputusan Australia tersebut tak akan mempengaruhi hubungan bilateral, termasuk masa depan IA-CEPA.
Bagikan Berita Ini
0 Response to "RI Berharap Pakta IA-CEPA Diteken Maret"
Post a Comment