
Ia mengatakan Mahathir melanggar janjinya sendiri untuk tidak menerima pembelot dari Partai UMNO ke Pakatan Harapan, koalisi pendukung sang perdana menteri yang didominasi PKR.
"Dr Mahathir secara tegas menyatakan pada Mei 2018 tidak akan menerima pembelot UMNO ke partai-partai Pakatan," kata Chang dalam pernyataan resmi yang dikutip The Straits Times, Selasa (12/2).
"Sangat mengecewakan bahwa dalam waktu kurang dari satu tahun, Dr Mahathir melanggar kata-katanya sendiri," kata Chang.
UMNO sendiri tergabung dalam koalisi Barisan Nasional, kubu yang terus berkuasa sejak Malaysia merdeka enam dekade silam. Sejumlah politikus penting Malaysia lahir dari partai ini, termasuk Mahathir dan Anwar Ibrahim.
Mahathir, yang sempat menjadi rival Anwar, kemudian bersatu dengan kubu Pakatan Harapan demi melengserkan Najib dalam pemilu tahun lalu, dengan sejumlah janji.
"Rakyat sudah menentukan pilihannya untuk menyingkirkan Barisan Nasional dalam Pemilihan Umum ke-14 dan kami tidak boleh melawan keinginan mereka dengan menerima anggota parlemen dari mantan rezim itu ke pemerintahan baru," kata Chang.
"Mereka tidak buka suara untuk rakyat dan negara ketika mereka berkuasa, tapi malah bersekutu dengan rezim korup," katanya.
Melanjutkan pernyataannya, Chang menulis, "Meski sejumlah anggota parlemen dari Barisan Nasional malaikat tak bersalah, mereka harus tetap menjadi oposisi, karena demokrasi hanya dapat berkembang dengan kehadiran oposisi yang kuat." (has)
Baca Kelanjutan Terima Politikus Pembelot UMNO, Mahathir Dianggap Berkhianat : http://bit.ly/2SxdszuBagikan Berita Ini
0 Response to "Terima Politikus Pembelot UMNO, Mahathir Dianggap Berkhianat"
Post a Comment