
Melalui sebuah pernyataan, kepolisian melaporkan sebanyak 12 alat peledak ditemukan berserakan di tanah, sementara 75 lainnya dibuang di tempat pembuangan sampah di dekatnya.
Kantor Kepresidenan Sri Lanka menyatakan pemerintah berencana mendeklarasikan status darurat nasional mulai Senin tengah malam nanti.
Melalui pernyataan yang dikutip AFP, kantor kepresidenan menyebutkan status tersebut diputuskan sebagai upaya "mengizinkan kepolisian dan militer" menjamin keamanan publik.
Delapan bom meledak pada lokasi berbeda di Ibu Kota Kolombo, Negombo, dan Baticaloa. Lokasi-lokasi itu termasuk tiga gereja dan empat hotel.
Serangan paling mematikan dikabarkan terjadi di Gereja St Sebastian di Negombo. Sejumlah gambar yang tersebar di media sosial menunjukkan selain berserakan puing-puing bangunan, lantai gereja juga berlumuran darah.
Sejauh ini, kepolisian Sri Lanka telah menahan 24 orang diduga terlibat serangan bom beruntun kemarin. Puluhan tersangka itu disebut berasal dari kelompok radikal yang sama.
Meski belum ada kelompok yang mengklaim, pemerintah Sri Lanka meyakini serangan paling mematikan selama satu dekade terakhir itu dilakukan oleh kelompok ekstremis Islam lokal, Jamaah Tauhid Nasional (NTJ). (rds/has)
Baca Kelanjutan Sebanyak 87 Peledak Ditemukan di Stasiun Bus Sri Lanka : http://bit.ly/2KV9KMSBagikan Berita Ini
0 Response to "Sebanyak 87 Peledak Ditemukan di Stasiun Bus Sri Lanka"
Post a Comment