
Seperti dilansir The Guardian, Jumat (17/5), menurut sumber intelijen, dalam pertemuan itu Suleimani mengumpulkan seluruh milisi Syiah yang ada di Irak dan bergabung dalam Unit Pasukan Rakyat (PMU). Diduga hal ini ada hubungannya dengan tensi yang semakin tinggi antara Iran dan Amerika Serikat.
Suleimani juga menjadi tokoh militer Iran yang paling berpengaruh di Timur Tengah. Selama 15 tahun, dia memimpin sejumlah operasi militer di Iran dan Suriah, serta berhasil menancapkan pengaruh Iran di kedua negara itu.
Presiden Hassan Rouhani mengancam akan melanjutkan pengayaan uraniumnya dan keluar dari perjanjian nuklir 2015.
Langkah itu diambil Iran setelah AS di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump memutuskan keluar dari JCPOA pada Mei 2018 lalu. AS juga kembali menjatuhkan serangkaian sanksi terhadap Iran.
Sejak ultimatum Rouhani tersebut, AS dan Iran terus beradu mulut dan melontarkan ancaman. (ayp)
Baca Kelanjutan Komandan Militer Iran Disebut Minta Milisi Irak Siap Perang : http://bit.ly/2W6LjAlBagikan Berita Ini
0 Response to "Komandan Militer Iran Disebut Minta Milisi Irak Siap Perang"
Post a Comment