Langkah bipartisan itu bertujuan untuk menghukum Rusia atas pencaplokan Krimea dari Ukraina dan dugaan ikut campur pada pemilihan umum 2016 lalu. Walau demikian, kepastian langkah ini di Senat masih dipertanyakan setelah seorang senator kunci mengatakan kesepakatan yang diumumkan akhir pekan kemarin masih belum final.
Senator Partai Republik Bob Corker, ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat, mengatakan kepada wartawan bahwa kesepakatan itu menjadikan "akhir pekan yang sangat baik," tapi pengumuman tersebut "tampak agak prematur."
"Kita sudah hampir sampai ke tahap itu, masih ada beberapa isu prosedural yang masih kami diskusikan, tapi, Anda tahu, saya rasa hal itu berjalan sangat, sangat baik, kami masih punya beberapa hal yang harus dibahas terkait Korea Utara," kata Corker, dikutip Reuters.
Jika Senat yang dikuasai Partai Republik itu meloloskan sanksi tersebut, Trump harus memutuskan untuk menandatangani atau memvetonya. Walau demikian, penolakan itu tetap berisiko dihambat para legislator jika ada dukungan yang cukup.
Hubungan Trump dengan Rusia tengah menjadi sorotan sepanjang enam bulan pertama jabatannya. Bagaimana tidak, rekan-rekannya dalam tim kampanye sedang diselidiki terkait dugaan kolusi dengan peretas Rusia saat pemilu.
Rusia telah menampik ikut campur dalam pemilu dan Trump menyebut tim kampanyenya tidak pernah berkolusi dengan Moskow.
Sementara Dewan Perwakilan yang dikuasai Partai Republik menggodok sanksi tersebut, menantu Trump, Jared Kushner, akan mengunjungi Gedung Capitol untuk kedua kalinya berturut-turut dalam rangka pemeriksaan terkait hubungannya dengan pejabat Rusia.
Versi awal undang-undang tersebut, termasuk sanksi untuk Rusia dan Iran, telah diloloskan Senat dengan perolehan suara 98-2 pada 15 Juni. Sanksi untuk Korea Utara diloloskan Dewan Perwakilan dengan perbandingan 419-1 pada Mei dan para anggota Dewan semakin tidak sabar atas kegagalan Senat meloloskan legislasi tersebut.
Para anggota Dewan memandang sanksi Iran dan Rusia sebagai kesempatan terakhir untuk meloloskan langkah terkait KOrea Utara melalui Senat.
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Dewan Perwakilan AS Bakal Sanksi Rusia, Rugikan Trump"
Post a Comment