"Pertarungan [melawan narkoba] tidak akan berhenti. Tetap berlangsung meski ada tekanan internasional dan lokal," kata Duterte pada Selasa (25/7).
"Saya tidak bermaksud melonggarkan aturan dalam kampanye anti-narkoba ini, apalagi kalah dalam pertarungan ini. Saya tidak mau memimpin untuk merusak kaum muda Filipina dengan sikap saya yang malu-malu dan tak tegas selama bertugas," tambahnya.
Perang melawan narkoba menjadi kampanye utama yang terus digaungkan Duterte sejak memenangi kursi kepresidenan pada pertengahan tahun lalu.
Sejak itu pun, kampanye ini mengundangkan kritikan hingga kecaman dunia internasional lantaran dianggap tak memedulikan HAM.
Dalam perang anti-narkoba ini, Duterte memberi kewenangan polisi untuk membunuh setiap anggota kriminal dan pengguna narkoba. Sejak digencarkan, setidaknya 8.000 pengedar narkoba tewas tanpa proses peradilan jelas di tangan polisi dan badan penegak hukum.
Polisi mengatakan mereka terpaksa menembak mati tersangka hanya untuk mempertahankan diri. Duterte pun membela aparatnya, menganggap para kritikus tidak tepat jika menyalahkan polisi terhadap kasus kematian itu.
Dia menganggap seharusnya para pengecamnya itu membantu dirinya memerangi narkoba.
"Usaha Anda [kritikus] akan lebih baik dihabiskan untuk membantu mendidik warga kami tentang kejahatan narkoba daripada mengutuk pihak berwenang dan dengan tidak adil menyalahkan mereka [polisi] atas setiap pembunuhan," papar Duterte.
Dalam pidato laporan tahunannya di hadapan Kongres pada Senin (24/7), Duterte menegaskan keputusan ini diambil demi kepentingan negaranya dan bukan berarti dia tak menghargai nyawa manusia.
Ia justru akan semakin tidak rela jika generasi muda Filipina hancur karena pemerintah tidak menindak tegas para pengedar narkoba di negaranya.
Selain membahas perang anti-narkobanya, Duterte juga mengecam praktik perusahaan pertambangan di negaranya yang dia anggap menghancurkan lingkungan.
Duterte mengancam akan membebani para perusahaan itu dengan pajak yang besar, atau menutup sektor pertambangan sepenuhnya.
Duterte juga menyatakan tengah mempertimbangkan menghentikan ekspor bahan mentah dan mulai memikirkan untuk mengolahnya di dalam negeri.
"Kebijakan ini tidak dapat dinegosiasikan. Perusahaan pertambangan harus memperbaiki kerusakan lingkungan yang mereka buat atau saya akan melayangkan pajak kepada Anda sampai mati!" katanya seperti dikutip Reuters.
Duterte juga meminta Senat mengesahkan undang-undang reformasi pajak guna membantu membiayai program pembangunan infrastruktur negara bernilai miliaran peso Filipina sebagai bagian dari agenda ekonominya.
(les)
Baca Kelanjutan Duterte: Perang Anti-Narkoba Disepelekan karena Alasan HAM : http://ift.tt/2usjgg4Bagikan Berita Ini
0 Response to "Duterte: Perang Anti-Narkoba Disepelekan karena Alasan HAM"
Post a Comment