Menurutnya, ada sejumlah permasalahan yang bisa diselesaikan dengan campur tangan IPTEK. Mulai dari pengentasan kemiskinan, penanggulangan penyakit, kekurangan pangan, krisis energi dan air, serta permasalahan lainnya.
Dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, JK menekankan perlunya menjalin kerjasama untuk mengintegrasikan hasil riset dan pengembangan negara-negara anggota OKI untuk mengatasi berbagai permasalahan di masing-masing negara.
Selain itu, Indonesia juga mendorong seluruh negara OKI agar giat mengembangkan IPTEK dan inovasi sejak pendidikan dasar melalui penguatan kurikulum sejak usia dini. Seluruh negara OKI diharapkan juga mengintegrasikan bidang IPTEK dan inovasi dalam membuat kebijakan dan strategi nasional.
Di akhir sambutannya, JK menekankan sikap seluruh negara OKI untuk memajukan peran Islam dalam mengembangkan IPTEK dan inovasi untuk kesejahteraan manusia.
Pada akhir KTT, diharapkan seluruh kepala negara/ wakil negara mengesahkan beberapa dokumen seperti dokumen OIC Science, Technology, and Innovation 2026 serta Astana Declaration. Inti dari dokumen OIC Science, Technology, and Innovation 2026 merupakan peta jalan (roadmap) IPTEK negara-negara OKI untuk periode 2017-2026, sementara Astana Declaration berisi pernyataan bersama mengenai pengembangan IPTEK di negara OKI bagi kepentingan manusia.
KTT OKI mengenai IPTEK merupakan KTT tematik pertama yang diselenggarakan atas kesepatakan seluruh negara anggota sejak pertemuan terakhir di Istanbul, April 2016 lalu. Pertemuan KTT OKI IPTEK dihadiri 20 kepala negara/ pemerintah, raja, dan wakil presiden dari 56 negara anggota. Baca Kelanjutan Wapres JK Ajak Anggota OKI Berkolaborasi Kuasai IPTEK : http://ift.tt/2xUiHum
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Wapres JK Ajak Anggota OKI Berkolaborasi Kuasai IPTEK"
Post a Comment