“Tidak perlu bagi kita [AS] untuk bersikap agresif dan lantang [terhadap Korut],” tutur Clinton dalam sebuah forum di Seoul, Korea Selatan, pada Rabu (18/10).
Ketegangan di Semenanjung Korea memuncak setelah Korut meluncurkan uji coba nuklir keenam pada awal September lalu. Sejak itu AS dan Korut melalui kedua pemimpinnya, Presiden Donald Trump dan Kim Jong-un, terus silih ancam perang dan hinaan.
Mantan menlu AS era pemerintahan Barack Obama ini menganggap, hinaan dan ancaman terhadap Korut hanya memperkecil kesempatan berdialog dengan negara terisolasi itu.
“Berkelahi dengan Kim Jong-un hanya membuat dia tersenyum. Hinaan di Twitter hanya menguntungkan Korut. Saya tidak berpikir mereka menguntungkan AS,” kata Clinton seperti dikutip Reuters.
Lebih lanjut, Clinton mengatakan sekutu AS semakin khawatir atas respons Negeri Paman Sam dalam menghadapi krisis dengan Korut, membuat Gedung Putih untuk sebisa mungkin menahan diri.
Terkait peran China sebagai sekutu terdekat Korut, Clinton meminta Beijing “mengambil peran yang lebih besar lagi” dalam mendesak Pyongyang untuk menghentikan pengembangan nuklir negara itu.
Menurutnya, langkah China yang memboikot sejumlah perusahan Korsel sebagai protes atas penerapan sistem anti-rudal AS di Seoul tidak berguna.
Dia mengatakan China lebih baik membatalkan langkah tersebut dan memperkuat kerja sama dengan negara di kawasan untuk menekan Korut. (has)
Baca Kelanjutan Clinton Desak Trump Bawa Korut ke Meja Perundingan : http://ift.tt/2xP3OchBagikan Berita Ini
0 Response to "Clinton Desak Trump Bawa Korut ke Meja Perundingan"
Post a Comment