Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden
Joko Widodo mendesak
Uni Eropa mencabut resolusi Parlemen Uni Eropa yang mendiskriminasi negara produsen minyak kelapa sawit, termasuk Indonesia. Desakan itu disampaikan Jokowi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (
ASEAN) dengan Uni Eropa dalam peringatan 40 tahun kerja sama di Manila, Filipina, Selasa (14/11).
"Resolusi Parlemen Uni Eropa dan sejumlah negara Eropa mengenai kelapa sawit dan deforestasi serta berbagai kampanye hitam, tidak saja merugikan kepentingan ekonomi, namun juga merusak citra negara produsen sawit,” kata Jokowi pada KTT ASEAN-UE tersebut.
Resolusi Uni Eropa bertajuk Palm Oil and Deforestation of Rainforest melarang pemakaian biodiesel berbasis minyak kelapa sawit mulai 2020. Resolusi parlemen Eropa itu dianggap memberikan sentimen negatif kepada negara-negara penghasil sawit terbesar, seperti Indonesia dan sejumlah negara lainnya.
Dalam resolusi itu, Eropa menggambarkan bahwa perusahaan kelapa sawit tidak ramah lingkungan. Pengembangan industri sawit Indonesia termasuk yang disebut tidak memperhatikan lingkungan sehingga merusak hutan.
Dalam KTT ASEAN-UE, Jokowi juga mendesak Uni Eropa menghapus serangkaian kebijakan dan sikap lainnya yang juga dianggap dapat merugikan dan merusak citra produsen minyak kelapa sawit.
Menurut pernyataan kantor Sekretariat Presiden yang diterima CNNIndonesia.com, Jokowi menyatakan isu kelapa sawit sangat dekat dengan upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia. Selain itu, industri kelapa sawit juga mempersempit celah pembangunan serta membantu pembangunan ekonomi yang inklusif.
Apalagi saat ini terdapat 17 juta warga Indonesia yang hidupnya baik langsung maupun tidak langsung terkait dengan kelapa sawit. Di mana sekitar 42 persen lahan perkebunan sawit dimiliki oleh petani kecil.
Jokowi menegaskan bahwa tudingan itu bertolak belakang dengan komitmen negara penghasil minyak sawit untuk mengeola sumber daya alam secara berkelanjutan. Menurut Jokowi, Indonesia paham betul mengenai pentingnya memproduksi kelapa sawit secara berkelanjutan dengan tetap mengutamakan aspek lingkungan.
"Berbagai kebijakan terkait sustainability telah diambil, termasuk pemberlakuan sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO)," kata Jokowi.
Pernyataan Jokowi itu pun mendapat dukungan dari sejumlah negara ASEAN lain seperti Malaysia, yang merupakan salah satu negara produsen kelapa sawit terbesar. (nat)
Let's block ads! (Why?)
Baca Kelanjutan KTT ASEAN-UE, Jokowi Desak Eropa Setop Diskriminasi Sawit : http://ift.tt/2zDyMc0
Bagikan Berita Ini
Related Posts :
Perusahaan Singapura Penjual TKI Online Didakwa 243 Tuntutan
Jakarta, CNN Indonesia -- Singapura menuntut SRC International Recruitment dengan 234 dakwaan setel… Read More...
Menara Peringatan Tsunami Rusak, Warga Thailand KhawatirJakarta, CNN Indonesia -- Ketakutan penduduk lokal di Phuket, Thailand, akan tsunami meningkat setel… Read More...
Abaikan Protes PBB, India Deportasi 7 Rohingya ke Myanmar
Jakarta, CNN Indonesia -- India tetap mendeportasi tujuh orang Rohingya ke Myanmar meski rencana me… Read More...
Mantan Budak Seks ISIS Raih Nobel Perdamaian 2018
Tim, CNN Indonesia | Jumat, 05/10/2018 17:09 WIB
Bagikan :
Jakarta, CNN Indonesia -- No… Read More...
Korupsi, Mantan Presiden Korsel Divonis 15 Tahun Penjara
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Presiden Korea Selatan, Lee Myung-bak, divonis 15 tahun … Read More...
0 Response to "KTT ASEAN-UE, Jokowi Desak Eropa Setop Diskriminasi Sawit"
Post a Comment