Demikian pembukaan dari bab berjudul "Pendiri Kota Al-Quds" bagian dari buku yang ditulis Ribhi Y. Awad, mantan dubes Palestina untuk Indonesia 1992-2006. Dalam buku berjudul "Mencari Palestina, Dilema dari Pemukiman Yahudi Pertama hingga Perdamaian Oslo 2003" terbitan September 2006 tersebut, Ribhi menyebut bumi Kanaan sebagai Palestina.
Melchisedek membangun tempat peribadatan atau kuil yang disebut Kota Salem atau Madinat As Salem, yang artinya Kota Perdamaian pada abad ke-18 sebelum Masehi. Jauh sebelum orang Yahudi keturunan bani Israel masuk ke Kanaan, bumi Palestina.
Sejarah kota Yerusalem sangat erat dengan Palestina meski pernah dikuasai berbagai bangsa di dunia. seperti As-Syiria, bangsa Mesir kuno, Babilon, Persia, Romawi, dan Yunani. Inggris pun pernah memerintah kota Yerusalem, namun tidak lama dan tak dapat mempengaruhi tradisi penduduk aslinya.
"Di sepanjang sejarahnya, populasi asli Yerusalem adalah bangsa muslim Palestina, yang merupakan bangsa Kanaan dan bukan Yahudi," tulis Ribhi dalam bukunya.
Sejak abad ke-2 hingga abad ke-20 muslim Palestina yang merupakan keturunan bangsa Kanaan adalah elemen utama Kota Yerusalem. "Mereka banyak mengalami penaklukan, pembantaian dan nasib yang berubah-ubah," tulis Ribhi. "Sesekali bangsa Kanaan harus mengubah keyakinannya karena dipaksa memeluk agama penakluknya."
Setelah bangsa Arab muslim menaklukkan Kota Jerusalem pada abad ke-7 hingga abad ke-19, bangsa Palestina memeluk agama Islam. "Secara de facto dan de jure, bangsa Palestina adalah satu-satunya penduduk asli Yerusalem, yang selama 18 abad lamanya menjadi kota milik muslim," kata Ribhi di halaman 341, buku setebal hampir seribu halaman itu.
Adapun bangsa Yahudi, menurut Ribhi, dalam sejarah baru masuk ke Yerusalem sekitar tahun 700 Sebelum Masehi.
http://ift.tt/2j3SveZ
(nat)
Baca Kelanjutan Mantan Dubes: Selama 18 Abad Yerusalem Milik Palestina : http://ift.tt/2B40KPgBagikan Berita Ini
0 Response to "Mantan Dubes: Selama 18 Abad Yerusalem Milik Palestina"
Post a Comment