
"PM sepakat membentuk satu Satuan Tugas 1MDB untuk menjalankan penyelidikan terperinci terkait kasus 1MDB, mendeteksi dan menyita aset, serta pendakwaan terhadap individu yang melakukan tindak pidana dalam pengurusan 1MDB," demikian siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (21/5).
Anggota satgas ini adalah gabungan dari Komisi Pencegahan Korupsi Malaysia (SPRM), Kejaksaan Agung, kepolisian, dan Bank Negara Malaysia, serta sejumlah pejabat pakar dalam perkara ini.
"Satuan tugas ini juga bertanggung jawab menjalin kerja sama dengan berbagai badan dan aparat Amerika Serikat, Swiss, Singapura, Kanada, dan negara lain yang berkaitan," tulis Kantor PM Malaysia.
Selama ini, sejumlah pihak menggelar penyelidikan khusus karena investor global dari 10 negara menduga ada miliaran dolar dijarah melalui 1MDB.
Saat menjabat, Najib selalu membantah tudingan ini dengan berkilah bahwa uang tersebut merupakan sumbangan dari anggota keluarga Kerajaan Arab Saudi.
Setelah Najib digulingkan oleh Mahathir dalam pemilu bersejarah pada pekan lalu, pemerintah Malaysia langsung melakukan penyelidikan besar-besaran.
Dalam penggeledahan itu, kepolisian menyita 284 kotak berisi tas bermerek buatan desainer ternama, juga puluhan tas lain yang dipenuhi perhiasan dan uang tunai.
Pemerintah Malaysia sebelumnya juga membentuk komite khusus untuk menyelidiki skandal 1MDB dengan anggota lima orang, termasuk mantan Jaksa Agung, Abu Talib Othman, dan satu konsultan yang pernah dikontrak Otoritas Jasa Keuangan Indonesia, Faris Rabidin. (has)
Baca Kelanjutan Mahathir Bentuk Tim Khusus Penyelidik Dugaan Pidana 1MDB : https://ift.tt/2rYafsMBagikan Berita Ini
0 Response to "Mahathir Bentuk Tim Khusus Penyelidik Dugaan Pidana 1MDB"
Post a Comment