
ISIS melalui media propagandanya, Amaq, menyakatakan insiden itu dilakukan oleh salah satu pejuangnya tanpa memberikan bukti.
"Orang yang melakukan penyerangan di Trappes, barat daya paris, adalah pejuang ISIS. Dia melakukan penyerangan itu sebagai respons dari seruan untuk menargetkan subjek-subjek yang berhubungan dengan negara koalisi yang memerangi ISIS," bunyi pernyataan ISIS tersebut seperti dikutip AFP.
"Operasi kepolisian sudah selesai. Pelaku sudah dinetralkan dan mati," ucap pejabat lokal Trappes melalui Twitter-nya seperti dilansir Reuters.
BFM TV melaporkan pelaku sempat berteriak "Allahu Akbar" saat melakukan aksinya, namun polisi belum bisa dimintai konfirmasi soal itu.
Hingga kini, polisi belum menjelaskan apakah insiden itu terkait terorisme. Aparat dilaporkan masih menyelidiki kemungkinan insiden ini berlatar belakang pertengkaran keluarga.
"Motif penyerangan dan identitas pelaku belum diketahui, dan masih diselidiki," ujar salah satu sumber keamanan.
Trappes, kota berpenduduk sekitar 30.000 orang, merupakan pinggiran dari perluasaan Ibu Kota Paris. Kota tersebut dikenal dengan masalah kemiskinan, kejahatan gengster, dan interpretasi ajaran Islam garis keras.
Trappes memiliki populasi Muslim yang besar. Sebanyak 50 warganya dilaporkan pergi ke Irak dan Suriah untuk bergabung dengan kelompok teroris ISIS, kata sumber keamanan Perancis. (has)
Baca Kelanjutan ISIS Klaim Dalangi Penikaman di Pinggiran Paris : https://ift.tt/2P0Y1tbBagikan Berita Ini
0 Response to "ISIS Klaim Dalangi Penikaman di Pinggiran Paris"
Post a Comment