
"Tentu saja mereka mendengarkan perbincangan antara saya dan Jamal dan aktivitas lainnya di Kanada, Amerika Serikat, Turki, dan Arab Saudi, kata Omar Abdulaziz dalam wawancara dengan CBC, sebagaimana dikutip AFP, Senin (15/10).
Abdulaziz mengaku sedang mengerjakan sejumlah proyek dengan Khashoggi dalam beberapa bulan belakangan, termasuk kampanye untuk melawan propaganda pro-pemerintahan Saudi di jejaring sosial.
"[Khashoggi] berjanji akan mensponsori proyek itu dan saya rasa mereka [Saudi] dapat mendengarkan perbincangan itu. Suaranya menybabkan pemerintah Saudi sakit kepala," ucapnya.
Saat itu, Khashoggi datang ke kantor konsulat untuk mengurus sejumlah dokumen demi kelancaran pernikahannya dengan tunangannya yang merupakan warga Turki, Hatice Cengiz.
Cengiz tak ikut masuk dan memilih untuk menunggu di luar. Namun, calon suaminya tak kunjung keluar dari gedung itu.
Presiden Donald Trump pun meminta penjelasan dari pemerintah Saudi mengenai keberadaan Khashoggi.
Ia bahkan mengancam akan menjatuhkan "sejumlah hukuman" bagi Saudi jika wartawan itu memang benar dibunuh. Saudi lantas mengancam akan membalas jika AS benar-benar menjatuhkan sanksi. (has)
Baca Kelanjutan Saudi Disebut Sadap Perbincangan Khashoggi dengan Pembangkang : https://ift.tt/2CfAem8Bagikan Berita Ini
0 Response to "Saudi Disebut Sadap Perbincangan Khashoggi dengan Pembangkang"
Post a Comment