
Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Heather Nauert, mengatakan kepada Reuters bahwa Trump meminta Pompeo menemui pejabat tinggi Saudi dalam sebuah rapat pada Senin (15/10).
Menurut Nauert, Trump kemungkinan akan meminta Pompeo langsung terbang ke Turki setelah itu untuk berkoordinasi dengan aparat setempat.
Trump mengambil keputusan ini setelah beredar kabar dari dua pejabat yang mengatakan kepada CNN bahwa jurnalis pengkritik Saudi itu tewas saat diinterogasi secara ilegal di dalam gedung konsulat.
Kedua sumber tersebut membeberkan bahwa simpulan ini dapat ditarik setelah sejumlah anggota kepolisian dan ahli forensik Turki diizinkan masuk gerbang gedung konsulat.
Menurut sumber itu, kepolisian Turki sudah mengantongi bukti berupa rekaman suara dan video yang membuktikan Khashoggi diduga meninggal ketika diinterogasi secara ilegal dan tertutup.
Sumber lainnya mengatakan pemerintah Saudi saat ini tengah mempersiapkan pernyataan resmi mengenai yang sebenarnya terjadi. Aparat Turki pun sudah siap menangkap sejumlah orang yang diduga terlibat.
Aparat keamanan Turki mencurigai 15 warga Saudi yang tiba bertepatan pada hari Khashoggi menghilang. Diduga kuat Khashoggi sebenarnya bakal diculik dan dibawa pulang ke Saudi setelah diinterogasi.
Ketika ditanya mengenai laporan ini, Trump hanya berkata, "Saya sudah dengar laporan itu, tapi tak ada yang tahu kebenaran laporan tersebut."
Kasus ini membuat hubungan Saudi dan AS tegang, terutama setelah Trump mengancam akan menjatuhkan "serangkaian hukuman" pihak yang bertanggung jawab.
Saudi kemudian mengancam akan membalas dendam jika ada sanksi yang dijatuhkan terkait kasus Khashoggi. (has)
Baca Kelanjutan Trump Utus Menlu Temui Raja Saudi untuk Usut Kasus Khashoggi : https://ift.tt/2PAe6a1Bagikan Berita Ini
0 Response to "Trump Utus Menlu Temui Raja Saudi untuk Usut Kasus Khashoggi"
Post a Comment