
Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Negara China, Ding Xuedong mengatakan peraturan ini akan ditangguhkan tanpa menyebut batas waktu.
Pada bulan lalu, China hendak membolehkan penggunaan bagian tubuh harimau dan badak untuk pengobatan. Namun, para ahli satwa liar memperingatkan hal ini dapat berdampak buruk pada populasi satwa liar yang terancam punah, seperti dilansir The Guardian, Rabu (14/11).
Penundaan itu membawa dampak positif bagi China. Berbagai kelompok pegiat satwa liar menyambut baik perubahan yang dilakukan oleh pemerintah china.
"Peran Tiongkok dalam menangani perdagangan satwa liar sangat penting, dan kami menyambut baik keputusannya untuk menunda pencabutan larangan penggunaan tulang harimau dan cula badak di rumah sakit," kata dia.
"Sangat penting untuk memberitahukan bahwa nilai populasi harimau dan badak jauh lebih besar dibandingkan dengan nilai tulang dan tanduk mereka," kata dia menambahkan.
China merupakan pasar terbesar untuk perdagangan tulang harimau dan cula badak secara ilegal. Setiap kebijakan baru dari China pastinya akan membuat perubahan besar terhadap satwa liar yang terancam punah.
Meski begitu, penangguhan ini masih dipertanyakan sebab Presiden China, Xi Jinping merupakan pendukung kuat industri obat tradisional China, yang sebagian besar ingin menggunakan produk dari harimau dan badak. (cin/ayp)
Baca Kelanjutan Dikecam, China Tunda Rencana Legalkan Perdagangan Cula Badak : https://ift.tt/2qJVklPBagikan Berita Ini
0 Response to "Dikecam, China Tunda Rencana Legalkan Perdagangan Cula Badak"
Post a Comment