
"Kita (ASEAN) harus menekankan kerja sama yang lebih luas lagi dan kerja sama itu harus nyata. Tidak baik jika kita terus saja berbicara soal kerja sama (dalam pertemuan) tetapi ketika pulang, kita masih atau bahkan menjadi lebih protektif," kata Mahathir seperti dilansir The Strait Times, Rabu (14/11).
"Jika seperti itu, Anda hanya menambah hambatan-hambatan bagi kerja sama ASEAN," tambah Mahathir.
Mahathir mengatakan salah satu hambatan integrasi dalam ASEAN adalah rasa curiga negara-negara anggota kurang berkembang terhadap keterbukaan dalam organisasi, yang dikhawatirkan malah menghambat pertumbuhan mereka.
"Kita harus ingat bahwa negara-negara yang kurang berkembang menaruh rasa agak curiga, bahwa mereka sangat khawatir terkait perkembangan mereka sendiri dan mereka berpikir bahwa membuka pasar mereka dapat mengakibatkan masuknya barang-barang dari negara ASEAN lainnya," ucap Mahathir.
"Jadi (rasa curiga) di sini cenderung terlihat dari membatasi produk impor tertentu," ujar Mahathir
Menurut PM berusia 93 tahun itu, Asia Tenggara merupakan pasar ekonomi yang sangat besar yang memiliki jumlah penduduk mencapai 700 juta orang.
Mahathir bahkan menuturkan ASEAN bisa lebih berkontribusi pada peningkatan pendapatan per kapita negara anggota jika organisasi itu memfokuskan kerja sama untuk memenuhi kebutuhan penduduk Asia Tenggara.
"Saya harus menjadi believer (orang yang optimis). Jika Anda menyerah pada ASEAN, kita semua akan kembali ke masa-masa di mana tidak ada kerja sama dan saling pengertian dalam menghadapi masalah-masalah di kawasan. Itu hanya akan memicu negara-negara menjadi konfrontatif," ujarnya.
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Mahathir Anggap ASEAN Basa-Basi, Desak Kerja Sama Ekonomi"
Post a Comment