
"Faktanya adalah jika Anda melihat negara bagian California, perubahan iklim sedang terjadi di seluruh negara bagian. Dan kondisi ini akan terus terjadi di masa mendatang," kata Osby, seperti dilansir The Guardian, Senin (12/11).
Osby menambahkan, perubahan iklim yang terjadi kali ini sangat merusak dibandingkan dengan kebakaran yang terjadi beberapa tahun lalu. Kondisi itu juga menyebabkan terjadinya krisis sumber daya untuk membantu memadamkan api.
Oleh karena itu, seluruh petugas pemadam kebakaran di selatan California hanya memiliki kapasitas untuk menyelamatkan kehidupan orang-orang. Sehingga ketika api melanda wilayah mereka, mereka tidak dapat bekerja untuk memadamkan dengan segera hingga menyebabkan kebakaran sudah berlangsung selama tiga hari.
Osby mengatakan seluruh petugas pemadam kebakaran hanya membutuhkan dukungan yang besar untuk memadamkan api. Saat ini mereka sudah mendapat bantuan dari negara bagian tetangga seperti Arizona, Utah, Nevada, dan Washington.
"Yang menghambat kemampuan kami untuk memerangi kebakaran adalah kami tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk bertahan. Biasanya kami melakukan evakuasi dan pemadaman secara bersamaan. Namun, saat ini kami harus melakukannya secara berurutan. Kehidupan adalah yang pertama," kata dia.
"Mereka (api) mengambil seluruh sumber daya kita sebanyak yang mereka bisa. Namun, dengan angin yang memiliki kekuatan 64 kilometer per jam, itu akan menyebabkan banyak masalah," kata dia.
Ia juga menambahkan kekuatan angin ini menyebabkan pemadaman melalui udara tidak efektif. Sebab air yang dijatuhkan ke titik api bisa meleset.
"Anda bisa membayangkan menjatuhkan air dalam kondisi angin seperti ini. Pasti akan tersebar di mana-mana," kata dia menambahkan.
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Perubahan Iklim Bikin Karhutla di California Sulit Diatasi"
Post a Comment