
"Sejumlah mantan pejabat Malaysia dan 1MDB berdusta kepada Goldman Sachs, di luar penasihat dan pihak lain, tentang penggunaan dari transaksi ini," demikian pernyataan disampaikan Goldman Sachs, seperti dilansir Reuters, Selasa (18/12).
Selepas pemerintah Malaysia menyatakan akan memperkarakan Goldman Sachs ke meja hijau pada Senin kemarin, nilai saham bank investasi langsung anjlok 2,7 persen di bursa. Negeri Jiran menyatakan dua mantan bankir Goldman Sachs bertanggung jawab dalam skandal itu.
Goldman merasa kecewa mereka tidak diberi kesempatan menjelaskan soal tuduhan itu, dan tiba-tiba diperkarakan. Mereka menyatakan akan menyangkal segala sangkaan melalui jalur hukum.
"Direktur dan dewan direksi 1MDB selalu melapor kepada perdana menteri saat itu, dan mereka menjamin dalam setiap transaksi tidak melibatkan pihak ketiga," lanjut pernyataan Goldman Sachs.
Jho Low adalah tokoh yang disebut-sebut sebagai dalang di korupsi besar-besaran 1MDB, yang sampai saat ini masih buron.
Penjualan obligasi itu juga tengah diselidiki oleh enam negara, termasuk Amerika Serikat.
Jaksa Agung Malaysia Tommy Thomas mengatakan dakwaan terhadap Goldman Sachs dikeluarkan berdasarkan Undang-Undang Sekuritas Negara.
Thomas menuturkan jaksa tengah mencari legalitas untuk menjatuhkan denda terhadap Goldman Sachs, yang diduga menyalahgunakan dana hasil penjualan obligasi 1MDB sebesar US$2,7 miliar. Goldman Sachs juga dituduh menerima imbalan US$600 juta karena membantu penjualan tersebut.
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Goldman Sachs Klaim Dikelabui Pemerintah Malaysia Soal 1MDB"
Post a Comment