
Klaim itu didasarkan oleh gambar-gambar citra satelit yang diterbitkan CNN pada Rabu (5/12).
Menurut CNN, Pyongyang terus meningkatkan aktivitasnya di situs rudal Yeongjeo-dong yang terletak di pedalaman pegunungan Korea Utara.
Dikutip AFP, para ahli mengatakan bahwa lokasi tersebut cocok untuk dijadikan situs pengembangan dan uji coba rudal jarak jauh terbaru Korut, termasuk misil yang memiliki hulu ledak nuklir.
Merespons temuan ini, Kementerian Pertahanan AS mengatakan sangat waspada. Temuan ini muncul ketika Washington dan Pyongyang masih terus mempersiapkan rencana pertemuan kedua antara Presiden Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un.
Pada akhir pekan lalu, Trump berharap pertemuan keduanya dengan Kim Jong-un bisa berlangsung di awal tahun baru nanti.
Sejak KTT perdana AS-Korut pada 12 Juni lalu di Singapura, Trump terus dikritik karena dinilai gagal memastikan Kim Jong-un melucuti senjata nuklir sepenuhnya menyusul kemajuan yang minim terhadap proses denuklirisasi.
Berbeda dengan sekutunya, Korea Selatan, AS tetap mengedepankan tekanan dan sanksi terhadap Korut sampai negara terisolasi itu benar-benar melucuti senjata nuklir dan rudalnya hingga terverifikasi.
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Pangkalan Rudal Korut Terdeteksi Satelit Masih Aktif"
Post a Comment