
Kepolisian Denmark menyatakan kedelapan korban tewas itu terdiri dari lima perempuan dan tiga lelaki. Menurut mereka, petugas forensik kesulitan melakukan identifikasi karena kondisi korban yang mengenaskan.
"Kepolisian menyatakan tidak ada warga asing yang menjadi korban dalam kecelakaan kereta itu," demikian kata perwakilan polisi yang tidak disebutkan namanya, seperti dilansir Reuters, Jumat (4/1).
Kecelakaan maut itu terjadi di Kilomter 18 Jembatan Great Belt yang menghubungkan Pulau Zealand dan Funen, pada Rabu (2/1), pukul 07.20 waktu setempat. Kereta komuter penuh penumpang itu menabrak peti kemas yang jatuh di rel.
"Saat kecelakaan terjadi saya sedang duduk di kursi penumpang. Ada kereta barang datang dari Selandia Baru dengan arah yang berlawanan. Karena angin kencang, kereta kemudian goyah. Salah satu gerbong terlepas dari relnya karena angin. Masinis kereta kami telah mencoba menghentikan kereta, namun kereta terus berjalan hingga manabrak gerbong kereta barang," kata pria yang berasal dari Denmark tetapi tinggal di Irlandia tersebut.
"Saya melihat percikan api keluar dari roda kereta. Saya langsung menundukkan kepala. 10 detik kemudian saya mendengar ledakan. Kemudian kereta berenti. Suasana saat itu benar-benar gelap gulita, penumpang kebingungan. Bagian paling depan kereta merupakan bagian paling parah, sepertinya sebagian besar korban dari gerbong depan," tambah Nielson. (ayp/ayp) Baca Kelanjutan Korban Tewas Kecelakaan Kereta di Denmark Bertambah : http://bit.ly/2COrlQj
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Korban Tewas Kecelakaan Kereta di Denmark Bertambah"
Post a Comment