
"Kementerian Luar Negeri protes keras keputusan pemerintah AS untuk memasukkan nama Malaysia dalam daftar indikasi 'K' yang baru," demikian pernyataan Kemlu Malaysia yang dikutip kantor berita Bernama, Minggu (14/4).
"Ada ancaman penculikan demi tebusan, baik dari teroris maupun kelompok-kelompok kriminal lainnya," demikian bunyi peringatan tersebut.
"Kelompok itu mungkin menyerang secara tiba-tiba, menyasar resor-resor pesisir, resor di pulau-pulau, dan kapal yang membawa turis ke pulau-pulau resor."
Menurut Kemlu Malaysia, imbauan perjalanan itu tidak objektif dan tak menggambarkan realita di lapangan, terutama terkait situasi keamanan di timur Sabah yang mereka klaim aman bagi turis.
"Ini terlihat dari fakta bahwa jumlah kedatangan turis ke Sabah meninggal 5,5 persen, hingga mencapai 3,85 miliar tahun lalu," tulis Kemlu Malaysia.
"Lebih jauh, jumlah insiden penculikan juga menurun signifikan hingga hampir nol. Sabah Timur terus menarik perhatian para penyelam kelas dunia."
"Melihat fakta-fakta tersebut, Malaysia mendesak AS untuk lebih objektif dalam penilaiannya. Kami mendesak AS segera menarik Malaysia dari daftar K," tulis Kemlu Malaysia. (has)
Baca Kelanjutan Malaysia Protes Masuk Daftar Negara Rawan Penculikan AS : http://bit.ly/2GoUsf6Bagikan Berita Ini
0 Response to "Malaysia Protes Masuk Daftar Negara Rawan Penculikan AS"
Post a Comment