
"Keselamatan adalah prioritas utama kami, dan kami akan melakukan pendekatan menyeluruh terhadap pengembangan dan pengujian pemutakhiran perangkat lunak sampai tidak ditemukan masalah," kata juru bicara Boeing, Charles Bickers, seperti dilansir Associated Press, Selasa (2/4).
Boeing tidak hanya butuh persetujuan FAA, tetapi juga dari Eropa dan China. Keduanya menyatakan akan melakukan penilaian secara mandiri.
Jika pemutakhiran dan pengujian perangkat lunak 737 MAX mulur dari jadwal semula, maka akan membuat repot sejumlah maskapai yang menggunakan pesawat itu. Mereka mesti mencari pesawat pengganti atau membatalkan sejumlah penerbangan.
Boeing mengubah perangkat lunak otomatis yang dirancang untuk menangkal moncong pesawat terangkat, yang bisa membuat kondisi pesawat melawan aliran udara dan kehilangan daya angkat (stall).
Perubahan perangkat lunak itu dilakukan supaya bisa membaca data dari sejumlah sensor sebelum sistem anti-stall aktif yang kerap membuat moncong pesawat menukik mendadak. Pembaruan sistem diklaim membuat pilot lebih mudah mengendalikan pesawat. Boeing menyatakan akan menyediakan anggaran untuk pelatihan pilot.
FAA dan Boeing saat ini sedang menunggu hasil penyelidikan kecelakaan pesawat 737 MAX yang dioperasikan maskapai Ethiopian Airlines. Ada dugaan penyebab insiden itu mirip dengan peristiwa pesawat 737 MAX yang dioperasikan Lion Air, yang jatuh di Laut Jawa pada 29 Oktober 2018.
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Pembaruan Perangkat Mulur, Boeing 737 MAX Belum Boleh Terbang"
Post a Comment