Serangan itu semakin mendekatkan tentara Irak pada kemenangan untuk merebut kembali Mosul, yang sudah berada dalam cengkeraman ISIS selama tiga tahun terakhir.
Komandan lapangan tentara Irak menyebut para militan memberikan perlawanan sengit dan pertempuran terbaru yang pecah pada Minggu, terus berlanjut hingga Senin.
“Kami merangsek masuk semakin dalam ke Kota Lama dan menguasai beberapa area di kawasan Faruq,” kata Mayor Jenderal Maan al-Saadi, komandan pasukan elit Irak Counter-Terrorism Service (CTS), kepada AFP, Selasa (20/6).
Saadi menyebut militan menghujani mereka dengan mortir serta rentetan tembakan yang menyulitkan pergerakan pasukan. Selain itu, para tentara juga mengkhawatirkan kondisi sekitar 100 ribu warga sipil yang masih terperangkap dalam pertempuran.
“Penetrasi pasukan menuju Kota Lama sangat sulit. Hari ini pertempuran berlangsung dalam jarak dekat,” terang Saadi.
Masuknya tentara ke jantung Mosul di tepi barat Sungai Tigris itu, menandai puncak pertempuran yang dimulai pada Oktober lalu, guna merebut kota kekuasaan ISIS terakhir di Irak.
Namun itu tidak didapatkan dengan mudah. Kapten CTS Ahmed Jassem menyebut mereka seringkali harus melakukan pertempuran dalam jarak dekat karena pasukan Irak sengaja meninggalkan kendaraan tempur.
“Kami tidak bisa membawa kendaraan tempur ke jalan-jalan kecil. Di satu sisi, itu membuat militan kesulitan menanam bom mobil, tapi mereka menggunakan motor dan bahkan mobil mainan dengan remote control untuk mengirimkan bom,” papar Jassem.
Pada Minggu, pasukan keamanan Irak menyebarkan lebih dari 500 ribu leaflet di sekeliling kota dan memperingatkan warga sipil bahwa mereka akan melakukan serangan besar-besaran “dari segala arah” dan meminta mereka bersembunyi.
Sementara pesan pada para militan diserukan melalui speaker besar yang dipasang di depan masjid raya Mosul, yang berbunyi: “Hanya ada satu pilihan: menyerah atau mati”.
Adapun pada Senin, France Televisions dan Reporters Without Borders menyebut tiga jurnalis asal Perancis terluka dalam ledakan ranjau darat di Mosul, sementara penghubung mereka yang berkewarganegaraan Irak, terbunuh.
Kemudian pada Selasa, media Perancis itu mengumumkan bahwa salah satu reporter mereka, Stephan Villeneuve, meninggal akibat luka parah yang dia derita.
Sejak pertempuran untuk merebut kembali Mosul dimulai, setidaknya 862 ribu orang terlantar, mereka kehilangan rumah dan harta benda mereka. Sekitar 195 ribu warga memilih kembali ke Mosul untuk membangun kembali hidup mereka.
(les)
Baca Kelanjutan Tentara Irak pada ISIS: Menyerah atau Mati! : http://ift.tt/2slTd9pBagikan Berita Ini
0 Response to "Tentara Irak pada ISIS: Menyerah atau Mati!"
Post a Comment