"Dengan ini, saya mendeklarasikan Kota Marawi terbebas dari pengaruh teroris yang menandai dimulainya rehabilitasi," ujar Duterte kepada para tentara di Marawi, sebagaimana dikutip Reuters, Selasa (17/10).
Pernyataan ini dilontarkan Duterte sehari setelah militer menewaskan tokoh yang disebut-sebut sebagai "emir" ISIS di Asia Tenggara, Isnilon Hapilon.
Dalam operasi tersebut, militer juga berhasil menewaskan Omarkhayam Maute, pemimpin kelompok militan Maute yang berafiliasi dengan ISIS.
Juru bicara militer Filipina, Restituto Padilla, mengatakan bahwa meski pertempuran belum benar-benar berakhir, tapi sisa militan yang masih berusaha di Marawi sebenarnya sudah tidak memiliki kekuatan.
"Tak mungkin mereka bisa keluar lagi. Tak ada jalan juga bagi pihak lain untuk masuk," ujar Padilla.
Melanjutkan pernyataannya, Padilla berkata, "Jadi, membunuh mereka saat ini merupakan kunci bagi pasukan kami karena daerah ini sekarang sudah benar-benar kami kuasai."
Sejumlah ahli mengatakan, Mahmud adalah seorang pererut andal dan penggalang dana yang pernah dilatih di kamp Al Qaidah di Afghanistan.
Namun menurut Padilla, Mahmud hanyalah seorang akademisi yang tak dapat bertempur sehingga bukan ancaman bagi Filipina.
"Mahmud adalah seorang akademisi, bukan militan. Kami tidak merasa dia sebagai masalah," katanya. (has)
Baca Kelanjutan Duterte Deklarasikan Marawi Bebas dari ISIS : http://ift.tt/2yoAgXeBagikan Berita Ini
0 Response to "Duterte Deklarasikan Marawi Bebas dari ISIS"
Post a Comment