"Negara harus hadir di perbatasan sebagai pintu terakhir pastikan WNI bermigrasi dengan aman," ujar Retno kepada aparat yang bertugas saat berkunjung ke Pos Lintas Batas Negara Entikong, Kalimantan, bersama Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly, Selasa (21/11).
Kedua menteri bertolak dari Kucing menuju perbatasan memantau langsung pelayanan dan perlindungan WNI di pintu perlintasan utama TKI menuju Malaysia dan Brunei Darussalam tersebut.
Berdasarkan perkiraan Kemlu, ada sekitar 700-800 WNI masuk ke Malaysia dan Brunei Darussalam melalui jalur tersebut setiap harinya.
Sementara itu, setiap tahun, sekitar 2.000 WNI tak berdokumen dideportasi dari Serawak melalui jalur tersebut.
Secara keseluruhan, kini ada 155 ribu WNI yang bekerja secara resmi di Serawak. Jumlah tersebut mencakup 95 persen dari seluruh tenaga kerja asing yang ada di Serawak. (has)
Baca Kelanjutan Ada 20 Ribu TKI Ilegal di Sarawak, Menlu Pantau Perbatasan : http://ift.tt/2mMOEnDBagikan Berita Ini
0 Response to "Ada 20 Ribu TKI Ilegal di Sarawak, Menlu Pantau Perbatasan"
Post a Comment