
Pemecatan ini dilakukan saat Korsel, negara dengan ekonomi terbesar ke-11 di dunia, tengah mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan jumlah pengangguran.
Dikutip AFP, juru bicara Istana Kepresidenan Korsel, Yoon Young-chan, mengumumkan pemecataan itu dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi.
Meski popularitas Moon terus menanjak menyusul perannya meredam ketegangan dengan Korea Utara, presiden ke-12 Korsel itu menghadapi kritik di dalam negeri lantaran kebijakan ekonominya yang dinilai kontroversial.
Moon secara signifikan menaikkan upah minimum Korsel, memotong standar jam kerja, dan menetapkan kebijakan mengangkat pegawai sementara perusahaan menjadi permanen.
Kebijakan tersebut terbukti membantu Korsel hingga menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat di Asia.
Para kritikus menganggap kebijakan pembangunan Moon malah memperbanyak tenaga kerja berpenghasilan rendah dan memaksa pengusahaa memangkas jumlah stafnya.
Oktober lalu, Bank Sentral Korsel memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini dari 3,1 persen, yang berhasil dicapai pada 2017 lalu, menjadi hanya 2,7 persen.
Angka pengangguran tercatat melonjak 0,4 persen menjadi 3,8 persen di paruh ketiga 2018. Sebanyak 9,4 persen dari total pengangguran merupakan pemuda berusia produktif. Jumlah ini menjadi yang tertinggi sejak 1999 lalu. (rds/has)
Baca Kelanjutan Cekcok Ekonomi, Moon Pecat Menkeu dan Kepala Staf Presiden : https://ift.tt/2zDqBuKBagikan Berita Ini
0 Response to "Cekcok Ekonomi, Moon Pecat Menkeu dan Kepala Staf Presiden"
Post a Comment