
"Saya meminta Arab Saudi sekarang, melalui program kalian, untuk mempublikasikan investigasi segera. Saya yakin nama putra mahkota Saudi akan 100 persen dibersihkan," ujar Alwaleed kepada Fox News, Minggu (4/11).
Saat meladeni wawancara ini, Alwaledd baru saja dibebaskan setelah ditahan sejak tahun lalu.
Namun, sejumlah pengamat menganggap penangkapan ini adalah cara Mohammed untuk mengonsolidasi kekuatan dan mereformasi Saudi.
"Syukur kepada Tuhan bahwa, setelah insiden ini, banyak dari mereka yang ditahan menjalani proses pembersihan besar," katanya.
Pada awal pekan ini, putra dari Khashoggi, Salah dan Abdullah, bahkan menyampaikan langsung permintaan mereka tersebut dalam wawancara khusus dengan CNN.
"Yang kami inginkan saat ini adalah menguburkan dia di (pemakaman) Al-Baqi di Medinah bersama keluarganya. Saya sudah membicarakan ini dengan otoritas Saudi dan saya harap dapat terwujud secepatnya," ucap Salah.
Aparat Turki sendiri sampai saat ini masih mencari keberadaan jasad Khashoggi yang mereka sebut tewas dibunuh oleh satu tim dari Saudi di dalam gedung konsulat tersebut.
Seorang pejabat tinggi Turki mengatakan bahwa jasad jurnalis pengkritik kebijakan Saudi itu diduga dilarutkan di dalam air keras setelah dimutilasi pada 2 Oktober lalu.
Sebelumnya, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, juga mempertanyakan jasad Khashoggi yang hingga kini belum ditemukan.
"Jelas bahwa dia [Khashoggi] dibunuh, tapi di mana? Kalian harus menunjukkan jasadnya," ujar Erdogan sebagaimana dikutip kantor berita Anadolu.
Menurut Erdogan, Riyadh seharusnya tahu keberadaan jasad tersebut karena mereka sudah menangkap 18 tersangka kasus pembunuhan Khashoggi.
"Delapan belas orang itu tahu siapa yang membunuh mereka karena pelakunya pasti ada di antara mereka," ucap Erdogan. (has)
Baca Kelanjutan Penyelidikan Khashoggi Diklaim Akan 'Bersihkan' Putra Mahkota : https://ift.tt/2ySqP1zBagikan Berita Ini
0 Response to "Penyelidikan Khashoggi Diklaim Akan 'Bersihkan' Putra Mahkota"
Post a Comment