AFP PHOTO/Munir Uz Zaman , CNN Indonesia
Sabtu, 24/06/2017 16:43 WIB
Artikel belum tersedia
Tradisi mudik jelang Lebaran tidak hanya milik orang Indonesia, melainkan juga merupakan kebiasaan di Bangladesh. Kereta menjadi sarana transportasi yang paling sering dicari saat mudik. (AFP PHOTO/Munir Uz Zaman) 
Penduduk di kota-kota besar seperti Dhaka, berbondong-bondong ke stasiun untuk menumpang kereta kembali ke kampung halaman. Tak jarang mereka berjejalan hingga naik ke atap kereta. (AFP PHOTO/Munir Uz Zaman) 
Seperti juga di Indonesia, para pemudik di Bangladesh, sudah memadati stasiun sejak seminggu sebelum Hari Raya Idul Fitri, atau sejak tanggal 23 Juni. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain) 
Tradisi mudik di Bangladesh, terutama dari Dhaka, kerap menjadi hal yang dramatis. Mereka akan berupaya segala cara untuk bisa pulang ke kampung halaman, meski harus bertaruh nyawa. (AFP PHOTO/Munir Uz Zaman) 
Tak jarang warga Bangladesh yang jatuh dari kereta dan tewas saat melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman. Mereka juga kerap harus rela terhimpit di gerbong kereta yang penuh sesak. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain) 
Selain kereta, moda transportasi lain yang juga banyak dipilih warga Bangladesh adalah menggunakan kapal laut. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain) 
Kepadatan juga terjadi di kapal. Banyak penumpang, termasuk juga anak-anak yang harus rela tidur di geladak kapal, bercampur dengan barang bawaan, karena tidak mendapatkan kursi. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain) 
Perjalanan menggunakan kapal feri saat mudik Lebaran di Bangladesh bisa membahayakan. Pasalnya kapal yang terlalu penuh berisiko tenggelam. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain) 
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Warga Bangladesh Bertaruh Nyawa Kembali ke Kampung Halaman"
Post a Comment