"Di tengah situasi keamanan kawasan yang kompleks dan cepat berubah, China ingin menjalin komunikasi strategis antara militer kedua negara," ujar pejabat Komisi Militer Pusat China, Li Zuocheng, saat bertemu dengan Panglima Militer Myanmar, Min Aung Hlaing, di Beijing.
Li mengatakan, China ingin militer kedua negara memperkuat kontak dan memperdalam pelatihan, juga pertukaran teknis. China juga berharap militer kedua pihak dapat bekerja sama memastikan stabilitas dan perdamaian di perbatasan.
Akibat pertempuran ini, ribuan warga kabur ke desa-desa di dekat perbatasan China. Sejumlah selongsong peluru juga dilaporkan berjatuhan di tanah China.
Pertempuran itu mereda belakangan ini, ketika bentrokan lainnya terjadi di Rakhine, negara bagian yang berbatasan langsung dengan Bangladesh.
Militer pun melakukan operasi untuk membersihkan tanah Rakhine dari ARSA. Namun ternyata, militer tak hanya membasmi anggota ARSA, tapi juga sipil Rohingya.
Setidaknya 1.000 Rohingya dilaporkan tewas dalam bentrokan tersebut, sementara lebih dari 600 ribu lainnya kabur dan mengungsi ke Bangladesh.
Namun dalam pernyataan tertulisnya, Li sama sekali tak menyinggung masalah Rohingya ini, sementara Amerika Serikat baru saja menyatakan bahwa militer Myanmar melakukan "pembersihan etnis Rohingya" di Rakhine.
China memang terus membangun relasi baik dengan Myanmar, bahkan ketika negara-negara Barat menjatuhkan sanksi atas Naypyidaw saat junta militer berkuasa di negara itu.
Dalam pertemuan ini, Min Aung Hlaing pun mengucapkan terima kasih atas dukungan dan bantuan China dalam membantu Myanmar memastikan stabilitas dalam negerinya. (has)
Baca Kelanjutan China Perkuat Relasi dengan Militer Myanmar : http://ift.tt/2jk0vo6Bagikan Berita Ini
0 Response to "China Perkuat Relasi dengan Militer Myanmar"
Post a Comment