Tzion secara terbuka menceritakan kunjungannya tersebut. Kepada Times of Israel, Tzion mengatakan lawatannya ke salah satu masjid terpenting umat Islam setelah Masjidil Haram, Mekah, itu merupakan bagian dari turnya ke sejumlah negara Muslim seperti Iran dan Libanon.
"Selama di sana saya tidak pernah dimusuhi. Padahal saya tidak menyembunyikan identitas saya sebagai seorang Yahudi yang datang ke sini sebagai seorang teman yang menghargai Islam dan dunia Arab," kata Tzion pada Kamis (23/11).
Lawatan Tzion ke Masjid Nabawi dirasa tidak masuk akal oleh sebagian netizen Saudi. Unggahan foto Tzion di Masjid Nabawi membuat banyak netizen Saudi geram. Tagar "A_Zionist_In_the_Prophet's_Mosque" di Twitter dalam bahasa Arab bahkan menjadi populer dan telah digunakan sebanyak 90 ribu kali selama dua hari terakhir.
"Ini sangat mengejutkan. Tzion, seorang Zionis, tak hanya memasuki kota suci Madinah tapi juga Masjid Nabawi dengan menyamar sebagai seorang Muslim. Semoga Tuhan melindungi semua masjid dan membebaskan kota itu dari tirani," bunyi kicauan seorang netizen.
Tak sedikit pula yang menganggap foto Tzion di masjid itu palsu dan dibuat-buat. Sejumlah warga bahkan berasumsi kunjungan Tzion ke Masjid Nabawi itu merupakan bentuk penguatan hubungan antara Saudi dan Israel yang selama ini tidak memiliki hubungan diplomatik.
Ada pula yang menilai tindakan Tzion tersebut merupakan olok-olok dan lelucon yang dilakukan pemerintah Saudi. "Wow, jujur, apa yang tengah kalian rencanakan terkait Saudi? Apakah ini semacam lelucon sakit jiwa yang tidak saya mengerti?" kata netizen tersebut.
Tzion menegaskan perjalanannya itu murni kunjungan pribadi, tidak mewakili pemerintah atau organisasi apa pun. Dia juga menyatakan bahwa dia mengikuti prosedur resmi dan mendapatkan visa untuk perjalanannya ke Arab Saudi.
"Saya berpergian sebagai individu, tidak mewakili organisasi apa pun. karena saya bukan figur politik dan tidak bekerja pada organisasi atau pemerintah Israel," kata Tzion.
Namun pada kesempatan berbeda, Tzion mengatakan dirinya mengetahui peraturan yang melarang umat selain Muslim memasuki dua kota suci Madinah maupun Mekah. Namun, dia menekankan bahwa kunjungannya ke Masjid Nabawi itu murni dengan tujuan damai.
"Saya pergi ke sana untuk berdoa dalam bahasa Ibrani, meminta perdamaian di antara orang-orang Timur Tengah," katanya.
Dia bahkan mengatakan bahwa sejumlah orang yang membawanya ke Saudi mengetahui identitasnya sebagai Yahudi. "Mereka juga mengetahui bahwa saya orang Israel dari paspor saya. Dan orang Yahudi ternyata diterima di Arab Saudi," kata Tzion. (nat)
Baca Kelanjutan Lawatan Pria Yahudi ke Masjid Nabawi Gegerkan Netizen Saudi : http://ift.tt/2A6lPFMBagikan Berita Ini
0 Response to "Lawatan Pria Yahudi ke Masjid Nabawi Gegerkan Netizen Saudi"
Post a Comment