Seorang otoritas berwenang wilayah itu, Yoshinobu Ito, mengatakan bahwa pihaknya pertama kali mengetahui keberadaan kedelapan orang itu dari laporan warga.
Kini, kedelapan pria itu sedang ditahan untuk diperiksa. Menurut penyelidikan awal, pria itu mengaku bukan pembelot, tapi nealyan yang perahu kayunya mengalami kesalahan teknis sehingga terdampar di wilayah itu.
Sementara itu, sebagaimana dikutip Reuters, Kepala Sekretariat Kabinet Jepang, Yoshihide Suga, mengesampingkan asumsi bahwa kedelapan orang itu merupakan mata-mata rezim Kim Jong-un.
Ketegangan di Semenanjung Korea juga memicu kekhawatiran kedatangan gelombang pengungsi Korea Utara ke sejumlah negara di kawasan, mengingat banyak warga Korut ingin membelot ke negara tetangga, terutama ke Korea Selatan.
Ini juga bukan pertama kali kapal Korut terdampar. Pekan lalu, penjaga pantai menyelamatkan tiga warga Korut yang terdampar setelah kapal mereka terbalik di lepas perairan timur Jepang. Dua belas warga Korut hilang dalam insiden itu, sementara sisa kru kapal dikembalikan ke Korut.
Jepang pun saat ini tengah mempelajari rencana untuk mengantisipasi gelombang pengungsi Korut ke negaranya jika ada agresi militer di kawasan itu.
Surat kabar lokal Jepang menuturkan Tokyo juga harus bisa mengantisipasi kedatangan mata-mata hingga teroris jika gelombang pengungsi Korut tersebut benar-benar datang. (has)
Baca Kelanjutan Delapan Nelayan yang Mengaku Warga Korut Terdampar di Jepang : http://ift.tt/2A46b08Bagikan Berita Ini
0 Response to "Delapan Nelayan yang Mengaku Warga Korut Terdampar di Jepang"
Post a Comment